Wednesday, August 10, 2016

“Seorang Anak Yang Keterbelakangan”


“Seorang Anak Yang Keterbelakangan”
Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh.
Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang.
Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja.
Namun Sam mencegah niat buruk itu.Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya punmelahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica.
Saya sangat menyayangi Angelica, demikian jugaSam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.
Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.
Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup.
Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang.
Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.
Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.
Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya.
Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya.
Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric.
Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping.
“Mary, apa yang sebenarnya terjadi?”
“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan terisak-isak.
Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya.
Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya.
Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric.
Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah.
Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama.
Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua.
Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
“Heii.! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”
Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy., mommy!’ Karena tidak tega, saya terkadang memberinya
makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas
ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu.”
Saya pun membaca tulisan di kertas itu.
“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi.? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom.”
Saya menjerit histeris membaca surat itu.
“Bu, tolong katakan. katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana.
Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini. Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”
Dari kisah yang mengharukan tentang ibu dan anak diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa Apapun yang Tuhan titipkan kepada kita, maka kita wajib menjaganya. Apalagi yang Tuhan titipkan adalah Anak.
Anak adalah anugrah yang tak terhingga dari sebuah perkawinan. Jadi bersyukurlah karena sudah dikarunia Anak dan kita sebagai orang tua wajib menjaganya hingga ia tumbuh besar.
Mudah-mudahan Kisah mengharukan seorang anak yang keterbelakangan mental dan di tinggal orang tuanya ini dapat menjadi teladan bagi kita semua.

Sunday, July 31, 2016

HIDUP BUKAN HADIAH

hidup bukanlah hadiah,
 tetapi 
tantangan. 
Hadiah didapatkan bukan karena kita hidup, 
tetapi ketika kita berhasil menghadapi dan menyelesaikan tantangan hidup,
 dan memberi makna kpd hidup to sendri.
Tidak ada hadiah yg tdak berprestasi dlm hidup.
 hadiah
 yg sesungguhnya adalah kepuasan
 dan kebahagiaan batin yg di dpt melalui jerih payah dlm perjuangan.
Soekarno-hatta terkenal krena idealisnya, 
ketika dunia nyata telah menuntutnya berperan sebgai pemengang 
keputusan dlm kehidupan nyata, iapun menerima
 "Takdirnya". 
sebgai pemegang keputusan di negri ini. idealisme tdk akan pernah tua, idealis tdk pernah surut untuk semngt, 
walau pun kepala udah berubah menjdi putih, walaupun gigi tinggal satu.

krisis moral di bangsaku,

krisis moral di bangsaku,

   Krisis moral yang sangat berpengaruh untuk perkembangan Indonesia kedepannya sekarangini malah terkesan dikesampingkan oleh aparatur pemerintahan.

  Hal ini akan mengakibatkan bangsa indonesai akan semakin terpuruk dan dipandang rendah oleh bangsa lain. Karena dari generasi penerusnya saja sudah tidak bermoral? Bagaimana bisa menjadisuatu bangsa yang baik? Itulah yang menjadi permasalah sebenarnya bagi bangsa Indonesia.Perubahan cepat dalam teknologi informasi telah merubah sebagian besar masyarakat dunia, terutama yang tinggal diperkotaan dan khususnya kelakuan remaja Indonesia. Sebagaimana diketahui dengan adanya kemajuan informasi di satu sisi remaja merasa diuntungkan dengan adanya media yang membahas seputar masalah dan kebutuhan mereka, sedangkan di sisi lain media merasa kaum remajalah yang tepat menjadi konsumendari berbagai produk yang ditawarkan.Seperti diketahui bersama bahwa media, berperan besar dalam pembentukan budaya masyarakat dan proses peniruan gaya hidup, tidak mengherankan pada masa sekarang adanya perubahan cepat dalam teknologi informasi menimbulkan pengaruh negatif, meskipun pengaruh positifnya masih terasa. Kalau dapat diumpamakan remaja perkotaan sudah tertular dengan gaya hidup barat. Hal initerlihat pada remaja mengikuti perkembangan mode dunia, mulai dari fashion, gaya rambut, casting HP yang berganti-ganti, pakaian dan sebagainya. Melalui pengaruh ini, remaja diajarkan untuk hidup boros dan menjadi tidak kritis terhadap persoalan sosial yang terjadi dimasyarakat karena terbuai dengan perkembangan zaman.

   Kecenderungan masalah pada generasi muda pada era globalisasi saat ini adalah mereka tidak mengerti norma moral dan etika yang harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga banyaknya generasi muda yang ikut dalam suatu perkumpulan yang pada hakikatnya tidak menguntungkan bagi mereka, malah sebaliknya, di perkumpulan tersebut seorang remaja ataupun muda-mudi dapat terbawa oleh pergaulan yang tidak baik.Terjadinya penurunan moral tersebut pada hakikatnya tidak terlepas dari faktor internal (keluarga) karena dari dalam keluargalah faktorutama yang dapat menghambat atau setidaknya seorang anak dapat dikendalikan. Misalnya saja dengan bimbingan dan arahan dari orang tua, seorang anak diberi nasihat-nasihat yang baik tidak hanya pada saat berkumpul bersama saja, namun di sela-sela waktu yang ada hendaknya diberi arahan yang baik.Seorang anak juga harusnya dikontrol tentang pergaulannya kapan waktunya untuk main dan mengerjakan pekerjaan ataupun tugas-tugasnya yang lain. Serta membatasi pergaulanremaja agar tidak terbawa teman-temannya yang mungkin penghuni pergaulan bebas (negatif).

wahai burung, terbanglah tinggi,

wahai burung,

terbanglah tinggi

jelajahlah segala penjuru negeri,

lihatlah dengan matamu yg tajam,apa yg telah terjadi di negeri ini.

Wahai burung yg terbang tinggi,

terbanglah kamu ke atap-atap rumah para pemimpin negeri,

pekikan suaramu yg nyaring, lantangkan suaramu ke telingannya.katakn, lihat disana, di sudut sana, ada rakyatmuyg merana, ada bangsamu yg terhina,

bagun.. 

bagunlahdri tidurmu dan mimpi- mimpimu. basuhlah mukamu, keluarlah dari rumahmu, kunjungi anak-anak negeri, beri mereka beras, beri mereka uang, beri mereka ilmu bgaimn cara hidup yg layak, bgaimn cara hidup terhormat, dan bgaimn cara hidup yg

bermanfaat.pengetahuan mereka akan menjadi tahu mana jalan yg salah dan mn jalan yg benar.

Thursday, June 23, 2016

Karyawaan harus bekerja secara efektif dan menggelola waktu dengan baik





Kita tau bahwa Keberhasilan di suatu oraganisasi atau instansi di tentukan oleh dua factor, yakni factor sumberdaya manusia ( karyawan atau pegawai ) dan sarana –prasarana . 


Masih ingin tau,,,!!!

Lanjut kebawah…. Kita akan membahas masalah sumber daya manusianya…

Sumber daya manusia atau karyawan di organisasi terdiri dari individu yang sangat bervariasi, baik dilihat dari jabatan maupun lantar belakang pendidikanya. Di samping itu, masalah yang penting dan sering di abaikan dalam penggunaan waktu kerja terutama di tempat kerja atau di kantor. Meskipun secara kuantitas jam kerja 8 jam,tetapi sebenarnya yang efektif digunakan sangat sedikit. Demikian juga penggunaan waktu dikantor , yang seharusnya digunakan untuk pengembangan diri, pada kenyataannya banyak menghabiskan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

Oleh sebab itu, bagai mana setiap karyawan dapat bekerja secara efektif dan mengelola waktu kerja ( time management ) dengan baik,,?


*Batasi telpon dan main hape

Kita tau bahwa telpon/hape sebagai alat komunikasi, terkadang-kadang justrus menjadi penghambat pekerjaan. Oleh sebab itu baik menelepon maupun menerima telepon harus di batasi, dan harus selektif. Apabila memang terpaksa menelepon atau pun menerima telepon harus langsung kepokok pembahasannya saja..

   *Kehadiran tamu

Adanya tamu di tempat kerja memang perlu sebagai hubungan organisasi dengan pihak lain. Namun, tamu-tamu yang tidak terkait dengan pekerjan, misalnya kawan akrab, dan sebagainya, lebih baik tidak di terima di kantor, lebih-lebih masih jam pekerjaan. Apabila memang terpaksa menerima tamu, harus di luar jam kerja atau setelah istrahat jam kerja.

3.    *Sering  melamun
Apabila mempunyai masalah baik yang menyangkut pekerjaan dan Asmara, keluarga, jagan di fikirkan berjam-jam di kantor. Di samping mengganggu pekerjaa itu sendiri.

4.    *Mengobrol
Batasi berbicara dengan kawan sekerja di ruang kerja dalam jam kerja. Ngobrol di saat jam kerja akan mengganggu tugas-tugas, baik pekerjaan itu sendri maupun orang lain. Selanjutnya ngobrol ini dapat berkembang menjadi “ gossip”, dan akhirnya dapat mengganggu hubungan antara manusia.

5.    *Menunda pekerjaan
Menunda pekerjaan menyebabkan pekerjaan tidak efektif,  sebaiknya pekerjaan itu harus di selesaikan pada hari itu juga. Sebab kalau pekerjaan di tunda-tunda hari esok, maka pekerjaan hari esok akan tertunda pada hari esoknya dan sampai hari berikutnya.

6.   * Baca Koran/majalah
Kebiasaan bacakoran atau majalah di ruang kerja pada jam kerja kurang baik, karena menimbulkan kesan orang yang bersangkutan tidak efektif dalam menjalankan tugas. Oeleh sebab itu jika memang harus membutuhkan informasi atau berita dari Koran atau majalah, dapat di lakukan di luar jam pekerjan. Miasalnya di waktu istrahat.   



Hal yang penting untuk diketahui,,,,


   
PENGEMBANGAN DIRI BAGI KARYAWAN


Pengembangan diri bagi karyawan di dalam organisasi semakn meningkat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemampuan untuk menangani maslah yang terkait dengan tugas dan pekerjaan di sebuah organisasi. Meningkatkan kemapuan dalam bekrja secara efekktif, baik itu secara indenpenden, dalam organisasi, bertanggung jawab atas pekerjaannya, dan memproleh kepuasan dari pekerjaan tersebut. Karyawan harus memiliki keterampilan-keterampilan “ enterprise” yang terdiri dari:


a.   Manajemen diri sendiri (selfe management)
Keterampilan meliputi tanggung jawab terhadap kehidupan dan pekerjanaan sendri, dan memahami diri sendri, memahami nilai-nilai diri, kemapuan, kelemahan dan kekuatan dirinya.
(analisi SWOT).

b.    Belajar (learning)
Belajar adalah proses yang memang harus menerus dalam setiap orang dan berlangsung sepanjang hidupnya, dan satu proses multi “ faceterd”. Dalam satu organisasi, yang belajar bukan saja individu-individu/karyawan, tetapi juga organisasinya.

c.   Mencari dan menggunkan informasi (obtaining and using information)
Mencari informasi tentang apa yang di perlukan, dan mengakses sumber-sumber informasi, dan menganalisis dan menginterpretasikan informasi. Dan menyajika informasi untuk kepentingan tertentu.

d.    Pengambilan keputusan dan merencanakan (decision making and planning)
Menggunkan proses untuk menjamin nilai dan preferensi  yang sesungguh, mempertimbangkan semua alternatif, menggunkan informasi  sepenuhnya, dan evaluasi pendapatnya sendiri  secara sistematis, dan merencanakan untuk mengimplementasikan keputusasn secara efektif.

e. Mengenal dan mengevaluasi kesempatan-kesempatan(recognizing and evaluating opportunities)
Menjadikan kesempatan yang paling baik sebagai kunci untuk memproleh apa yang diingikan dari kehidupan dan pekerjaan.

f.     Kerja (perfoming)
Pekerjaan harus di lakukan dengan baik dan memuaskan dan akan menjadi contoh kepada yang lain.

g.    Perubhan (changing)
Menerima perubahan dari luar, dan membantu orang lain untuk menerima perubahan, dan mengetahui bagaimana membawa perubahan tersebut.

h.    Keterampilan interpersonal (interpersonal skills)
Adaalah kempuan seseorang untuk melaksanakan tugas secara efektif dengan dan untuk orang lain.



Wednesday, June 22, 2016

Surat lamaran pekerjaan

Surat lamaran pekerjaan biasa ditulis seseorang ditujukan kepada suatu
instansi atau perusahaan. Dalam surat lamaran tersebut, seorang pelamar
menawarkan keahlian, kemampuan, atau jasa agar diterima menjadi karyawan
atau pegawai di instansi atau perusahaan tersebut.
Unsur-unsur yang terdapat dalam surat lamaran pekerjaan adalah sebagai
berikut.
a. Identitas pelamar, yang meliputi: nama, alamat, usia, tempat dan tanggal
lahir, pendidikan.
b. Jenis pekerjaan yang diminta.
c. Apabila telah mempunyai pengalaman, dicantumkan pengalaman kerja.
d. Data pendukung yang dimiliki, misalnya: STTB, riwayat hidup, dan sertifikat
keahlian.
e. Sumber lamaran, baik dari iklan maupun pengumuman.


Hal : Lamaran Pekerjaan
Lampiran : Satu berkas
Yth.
Kepala Personalia Solonet
di Jl. Arifin 129 Kepatihan
Solo 57129
Dengan hormat,
Dengan adanya iklan di Kompas, 2 Maret 2007, dengan ini saya
mengajukan lamaran menjadi karyawan di Solonet, yaitu bagian Teknisi
Komputer.
Sebagai karyawan, saya akan berkerja keras untuk kemajuan
perusahaan Bapak. Berikut ini saya lampirkan:
1. Satu lembar copy ijazah terakhir
2. Satu lembar copy KTP
3. Tiga lembar pasfoto ukuran 4 x 6
4. Satu lembar daftar riwayat hidup
Demikian lamaran dari saya. Besar harapan saya untuk dapat
mengikuti tes seleksi. Atas perhatiannya, saya mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya.


 Hormat saya,


 Yuma Ari

Tuesday, June 21, 2016

Menanggapi Pembacaan Pantun





  Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama. Pantun
pada mulanya merupakan senandung puisi rakyat Melayu yang
didendangkan. Pantun diciptakan dalam bentuk lisan untuk
menyampaikan pikiran dan perasaan terhadap seseorang ataupun
suatu peristiwa yang bertujuan untuk menyindir, berjenaka, memberi
nasihat, atau bersuka ria. Tidak ada yang mengetahui, siapa yang
mengarang pantun. Pantun sudah menjadi milik bersama, yang
tersebar dari mulut ke mulut sampai sekarang.
Seperti halnya puisi, pantun juga dibaca disertai dengan irama.
Hal ini bertujuan agar isi pantun enak didengar dan memberi kesan
mendalam bagi yang mendengarnya. Anda juga mungkin pernah
membaca pantun, bahkan juga menulis pantun. Di Kelas X, Anda
sudah mempelajari jenis puisi lama berupa pantun. Coba Anda
ingat-ingat kembali.

  Pada saat membacakan pantun, lafal, intonasi, dan ekspresinya
harus tepat. Hal ini dimaksudkan agar pantun yang disampaikan
dapat dinikmati, direnungkan maknanya, dan isinya dapat diterima
atau ditangkap dengan baik oleh pendengar.

1. Pelafalan
Ketika membacakan pantun, pelafalan harus jelas. Fonemfonem
yang dilafalkan harus tepat agar tidak menimbulkan
salah tafsir. Fonem-fonem konsonan dan fonem-fonem vokal
harus diperhatikan. Lafalkan kata-kata berikut.

            bola pola           barang parang    
           beras peras         teras keras

  Kata bola dan pola harus dilafalkan dengan jelas agar tidak menimbulkan
salah tafsir. Fonem /b/ pada kata bola dan fonem
/p/ pada kata pola merupakan fonem yang dihasilkan oleh
artikulator yang sama, yaitu bibir atas dan bibir bawah. Kedua
fonem itu disebut fonem bilabial.

2. Intonasi
Intonasi adalah lagu kalimat atau ucapan yang ditekankan pada
suku kata atau kata sehingga bagian itu lebih keras (tinggi)
ucapannya dari bagian yang lain. Intonasi dapat ditandai oleh
naik-turunnya nada pada kata atau kalimat. Penandaannya dapat
menggunakan garis naik ( ) untuk nada tinggi, garis turun (V)
untuk nada rendah, dan garis horizontal (–) untuk nada datar.
Bacalah patun berikut dengan mengikuti tanda intonasinya.

3. Ekspresi
Ekspresi atau mimik muka pada saat membaca pantun dapat
berbeda-beda. Ketika membaca pantun jenaka, ekspresi wajah
harus menampilkan mimik gembira, ceria, dan suka cita. Begitu
pula ketika membacakan pantun yang berisi kesedihan, ekspresi
wajah harus sesuai. Cobalah Anda berlatih mengekspresikan
mimik sedih, gembira, dan lain-lain di depan cermin.

  Apabila diperhatikan dengan saksama, pantun memiliki ciri-ciri
sebagai berikut.
1. Jumlah larik (baris) setiap bait empat.
2. Jumlah suku kata setiap larik delapan hingga dua belas suku kata.
Di akhir larik, terdapat aturan ritma, yaitu a b a b.

Perhatikan pantun berikut.

Buat apa kain kebaya (a)
Kalau tidak pakai selendang (b)
Buat hidup kaya (a)
Kalau tidak suka sembahyang (b)

Hentakan irama di akhir larik sangat terasa.Kekuatan bunyi irama
menimbulkan kesan indah. Perhatikan pengulangan bunyi ya pada larik
pertama dan larik ketiga. Begitu pula pengulangan bunyi ang pada larik
kedua dan keempat.Bacakan pantun berikut dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang
tepat.

Pantun 1
Sarang garuda di pohon beringin
Buah kemuning di dalam puan
Sepucuk surat dilayangkan angin
Putih kuning sambutlah Tuan.

Pantun 2
Kalau ke bukit sama mendaki
Kalau ke laut sama berenang
Kalau kita bersatu hati
Kerja yang berat menjadi senang

Pantun 3
Kalau tuan menebang jati
Biar serpih tumbangnya jangan
Kalau tuan mencari ganti,
Biar lebih kurang jangan

Pantun 4
Air keruh telaga keruh
Air kunyit pencuci kaki
Adik jauh abang pun jauh
Tidur semenit dimasuk mimpi


Diunggulkan

OTONOMI DAERAH

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia adalah bangsa yang direkayasa dan diciptakan sedemikian rupa oleh sistem ketidak...